Media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan mahasiswa. Di tahun 2026, penggunaan media sosial tidak hanya untuk hiburan, tetapi juga untuk belajar, berdiskusi, dan membangun jaringan. Namun, bagi mahasiswa pendidikan Islam, media sosial juga membawa tantangan yang perlu dihadapi dengan bijak agar nilai keislaman tetap terjaga.
Paparan Informasi Keagamaan yang Tidak Selalu Benar
Salah satu tantangan terbesar adalah banyaknya informasi agama yang beredar tanpa sumber yang jelas. Mahasiswa dapat menemukan potongan ayat, hadis, atau opini keagamaan yang disebarkan tanpa konteks. Jika tidak hati-hati, hal ini bisa menimbulkan kesalahpahaman dan cara berpikir yang keliru.
Godaan Konten yang Mengganggu Fokus Belajar
Media sosial penuh dengan konten yang bisa menghabiskan waktu tanpa terasa. Mahasiswa yang terlalu sering membuka media sosial berisiko kehilangan fokus belajar. Kebiasaan menunda tugas karena scroll berlebihan bisa mengganggu prestasi akademik.
Perdebatan dan Konflik di Ruang Digital
Di media sosial, perbedaan pendapat sering berubah menjadi perdebatan yang tidak sehat. Mahasiswa pendidikan Islam harus mampu menjaga adab saat berdiskusi. Sikap emosional, komentar kasar, atau menyalahkan pihak lain hanya akan merusak citra dan mengganggu hubungan sosial.
Tekanan Sosial dan Perbandingan Diri
Media sosial sering membuat seseorang membandingkan dirinya dengan orang lain. Mahasiswa bisa merasa kurang percaya diri ketika melihat pencapaian orang lain yang tampak sempurna. Tekanan sosial ini dapat memengaruhi kesehatan mental jika tidak dikelola dengan baik.
Menjaga Etika dan Akhlak dalam Bermedia
Mahasiswa pendidikan Islam harus menjaga sikap saat mengunggah konten maupun berkomentar. Ujaran kebencian, hoaks, dan fitnah termasuk tindakan yang merugikan. Etika digital menjadi bagian dari akhlak yang perlu dijaga dalam dunia online maupun offline.
Peluang Positif untuk Dakwah dan Edukasi
Meski banyak tantangan, media sosial juga menjadi peluang besar. Mahasiswa dapat menggunakan platform digital untuk menyebarkan ilmu, membuat konten edukatif, dan mengajak kepada kebaikan. Media sosial bisa menjadi sarana dakwah yang kreatif dan mudah menjangkau banyak orang.
Kesimpulan
Tantangan mahasiswa pendidikan Islam di era media sosial meliputi informasi keagamaan yang tidak valid, gangguan fokus belajar, perdebatan digital, serta tekanan sosial. Namun, jika digunakan dengan bijak, media sosial juga dapat menjadi media edukasi dan dakwah yang bermanfaat. Kunci utamanya adalah literasi digital, adab, dan kontrol diri.

Leave a Reply